JENEPONTO – Proyek pembangunan Gedung Pertemuan Sipitangarri di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, yang menelan anggaran Rp 1,7 miliar, dilaporkan ambruk sebelum rampung dikerjakan.
Insiden ini memicu gelombang kritik dan desakan keras dari masyarakat agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan melakukan penyelidikan.
”Agar Kejaksaan dapat segera melakukan tindak pencegahan terhadap kemungkinan adanya tindakan yang dapat merugikan keuangan negara”. tegas Alim Bahri terpantau lewat melalui percakapan disalah satu group WhatSapp.
Ambruknya proyek pembangunan gedung pertemuan Sipitangarri yang dibiayai dari Dana DAU Earmark Tahun Anggaran 2025 melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jeneponto tersebut langsung memicu sorotan tajam publik.
Pasalnya, proyek tersebut masih dalam pengerjaan namun struktur bangunan sudah gagal total.
Berdasarkan informasi pekerjaan tersebut memiliki Nomor Kontrak 000.3.3/375/SPMK-RGS/DISPORA, dilaksanakan oleh CV Amin Abadi Sejahtera dan diawasi oleh CV Macario Engineer, dengan nilai kontrak Rp1.712.176.310.
Peristiwa ini langsung menyulut tanda tanya besar publik. Pasalnya, proyek bernilai miliaran rupiah itu baru dikerjakan, namun sudah mengalami kegagalan struktur yang fatal.
Warga menilai kondisi tersebut mengindikasikan buruknya kualitas pekerjaan, mulai dari perencanaan teknis, penggunaan material, hingga lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
“Ini bukan proyek kecil. Anggarannya Rp 1,7 miliar. Kalau baru dibangun sudah ambruk, wajar kalau publik curiga. APH harus turun tangan,” jelas seorang tokoh masyarakat Jeneponto.
Sejumlah aktivis dan pemerhati kebijakan publik juga mendesak agar dilakukan audit teknis dan keuangan secara menyeluruh, termasuk membuka siapa kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, serta instansi penanggung jawab proyek tersebut. Mereka menilai insiden ini tidak bisa diselesaikan sebatas evaluasi internal.
“Jangan sampai kejadian ini ditutup-tutupi. Kalau ada unsur kelalaian atau dugaan penyimpangan anggaran, harus diproses hukum,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak kontraktor terkait penyebab pasti ambruknya Gedung Pertemuan Sipitangarri.
Ambruknya proyek pembangunan gedung Sipitangarri ini menjadi sorotan serius dan dinilai mencederai kepercayaan publik.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas pemerintah dan APH untuk memastikan akuntabilitas, keselamatan kerja, serta transparansi penggunaan anggaran publik.
Sumber : Listingberita.com





